Cinta Orangtua Mencerdaskan Buah Hati Bagian 1

Cinta Orangtua Mencerdaskan Buah Hati Bagian 1

pascal-edu.com – Para ilmuwan di Harvard University, bekerja sama dengan dokter di rumah sakit anak-anak Boston, melakukan penelitian dengan memindai otak dari anak-anak usia 8—11 tahun pada rumah asuh di Rumania serta mereka yang telah dipindah ke keluarga angkat. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal resmi National Academy of Sciences dari Amerika Serikat. Hasilnya, keluarga yang penuh kasih sayang dan cinta berdampak terhadap perkembangan otak dan intelektual anak. Sebaliknya, anak-anak dalam perawatan pelayanan sosial atau orang asing sebagai orangtuanya, sering menderita hiperaktif dengan gangguan perhatian dan penyakit mental lainnya.

Selain juga memiliki IQ lebih rendah dan kemampuan bahasa yang lebih buruk daripada anak dari keluarga biasa. Pengasuhan dengan penuh cinta, menurut William Sears, M.D. dan Martha Sears, R.N. dapat meningkatkan perkembangan anak. Alasannya, anak yang mendapatkan banyak cinta akan menangis lebih sedikit, dengan demikian mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk tumbuh dan belajar.

Pengasuhan dengan penuh cinta ini juga meningkatkan kewaspadaan bayi (ketenangan dalam berinteraksi atau ketenangan dengan tetap waspada). Anak yang berada dalam ketenangan lebih bisa menerima interaksi dengan lingkungan dan tidak mudah bosan. Kewaspadaan ini juga meningkatkan organisasi tubuh bagian dalam sehingga sistem fsiologis badan bisa bekerja lebih baik. Dengan demikian, pertumbuhan anak pun menjadi optimal.

Gaya pengasuhan ini juga memberikan dampak positif untuk perkembangan otak anak. Banyak penelitian menunjukkan, perkembangan kualitas otak yang paling meningkat terjadi karena adanya kasih sayang orangtua kepada bayinya dan respons lingkungan atas isyarat bayi. Ini didukung dengan penelitian yang dilakukan Dr. Michael Lewis, ahli perkembangan bayi, yang disampaikan pada 1986 dalam pertemuan tahunan American Academy of Pediatrics, bahwa hal terpenting yang memengaruhi perkembangan kecerdasan anak adalah tingkat tanggapan Mama terhadap isyarat bayi.

BERAWAL DARI PERSALINAN

Menurut William Sears, M.D. dan Martha Sears, R.N. dalam bukunya The Baby Book, disampaikan 6 cara mengasuh anak dengan penuh kasih. Ini bisa dimulai semenjak awal dari menentukan proses persalinan.

1. Persalinan sebagai pengikat. Orangtua hendaknya sudah mampu merencanakan dan memutuskan metode persalinan yang akan dilakukan. Pilihlah metode yang bisa menumbuhkan kasih sayang sejak dini. Persalinan yang traumatis atau yang dilakukan dengan pembedahan yang sesungguhnya tidak perlu sehingga sang mama dipisahkan dari anaknya, bukan cara yang baik untuk memulai pengasuhan anak.

2. Pemahaman akan tangisan bayi. Ketika bayi menangis, baiknya orangtua mampu membaca dan memberikan tanggapan yang tepat untuk isyarat tangisan tersebut. Semua orangtua, terutama Mama, mempunyai sistem dalam diri mereka yang bersifat intuitif dan dengan sistem inilah mereka mendengar serta bereaksi terhadap isyarat bayi.

3. Susuilah bayi Mama. Menyusui dapat mempererat hubungan antara ibu dan anaknya. Selain juga lebih mencerdaskan dan meningkatkan kesehatan si bayi.

4. Mengendong bayi. Ketika mengendong bayi, ada banyak hal yang bakal didapat. Bayi yang digendong, umumnya lebih bahagia dan sedikit menangis. Dampaknya, si bayi menjadi lebih cepat tumbuh dan berkembang. Hal ini dapat terjadi karena energi yang digunakan untuk menangis digunakan untuk tumbuh kembang.

5. Tidur bersama bayi. Tidur bersama bayi menimbulkan rasa aman pada bayi. Ketika rasa aman terbentuk, bayi akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri. Ia pun merasa lebih yakin mendapat perhatian dari orangtuanya karena kebutuhannya segera dipenuhi.

6. Keseimbangan dan batasan-batasan. Penuhilah kebutuhan bayi dengan tepat. Selanjutnya, tugas orangtua adalah harus tahu kapan menyatakan iya atau tidak. Jika Mama dan Papa merasa lebih baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan merasa nyaman, maka bayi pun akan merasakan kenyamanan yang dirasakan orangtuanya.

Leave a Comment