Salat Minta Hujan, Lengkap Niat dan Tata Caranya

Salat Minta Hujan, Lengkap Niat dan Tata Caranya

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa titik di Kalimantan dan Sumatera. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj pun mengimbau masyarakat untuk melakukan salat minta hujan atau sholat istisqa.

Salat Minta Hujan, Lengkap Niat dan Tata Caranya

Dengan turunnya air hujan, diharapkan kebakaran yang terjadi bisa padam dan membuat udara di wilayah tersebut kembali bersih dari asap kebakaran hutan dan lahan.

Nah, berikut niat serta tata cara salat minta hujan yang dirangkum waheedbaly.com :

Bacaan Niat

Sebelum melaksanakan salat minta hujan, baiknya seseorang melafalkan niat salat istisqa. Berikut bacaan niat salat minta hujan:

Bahasa Arab: أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

bahasa Latin: Ushalli sunnatal istisqa’i rak’ataini (imaaman/ma’muman) lillahi ta’ala

Artinya: Aku sengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta’ala.

Tata Cara

Tata cara salat meminta hujan turun dilakukan sebanyak dua rakaat dan menghadap kiblat.

Pada rakaat pertama, seseorang harus melakukan takbir sebanyak tujuh kali dan kemudian membaca surat Al-Fatihah. Selanjutnya, melakukan rukuk, sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kedua seperti salat lainnya.

Kemudian, pada rakaat kedua salat minta hujan, seseorang harus melakukan takbir sebanyak lima kali dan melanjutkan dengan bacaan surat Al-Fatihah. Setelahnya, melaksanakan rukuk, sujud, duduk di antara sujud, sujud kedua, dan terakhir salam.

Sesudah pelaksanaan salat minta hujan, khatib diminta melakukan khutbah sebanyak dua kali. Namun, sebelum masuk ke khutbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali terlebih dahulu.

Kemudian , pada khutbah kedua, …….

Lalu, pada khutbah kedua, khatib diminta membaca istighfar sebanyak tujuh kali. Dalam khutbah diminta untuk memperbanyak bacaan doa minta hujan.

Doa Minta Hujan

Doa minta hujan yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafi’i, Abu Dawud, dan lainnya sebagai berikut

Arab: اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Latin: Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marī’an (lan riwayat murī’an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’iman.

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj’alnā minal qānithīn

Allāhumma inna bil ‘ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Allāhumma anbit lanaz zar’a, wa adirra lanad dhar’a, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil ardhi

Allāhummarfa’ ‘annal jahda wal jū’a wal ‘urā, waksyif ‘annal balā’a mā lā yaksyifuhū ghairuka

Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a ‘alainā midrārā

Artinya: Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.

Sumber : https://waheedbaly.com/doa-meminta-hujan/

Leave a Comment