Seseorang yang Diwajibkan Menjalankan Sholat 5 Waktu

Seseorang yang Diwajibkan Menjalankan Sholat 5 Waktu

Untuk siapa Sholat diwajibkan? Sebelumnya, kita bahas lebih dulu mengenai kewajiban menjalan sholat ini. Kalo kamu, dalam menjalankan sholat lebih pada keterpaksaan atau kebutuhan?

Pada tahapannya, sholat pertama kali ditekankan kewajibannya, memaksa. Siapa yang tidak menjalankan sholat maka ia layak untuk dihukum (dengan ketentuan yang berlaku).

Namun pada tahapan selanjutnya, kita tidak boleh mengerjakan sholat karena terpaksa sebagai kewajiban. Namun menjalankan lebih pada sebuah kebutuhan.

Itulah tahapan mengerjakan sholat sebagai kewajiban karena butuh.

Lalu, siapa saja yang diwajibkan menjalankan sholat?

Yang pertama, adalah kita yang beragama Islam. Mereka yang bukan orang Islam tidak wajib menjalankan sholat.

Yang kedua, orang Islam yang memiliki akal sehat. Mereka yang tidak waras atau orang gila tidak berkewajiban menjalankan sholat.

Yang ketiga, adalah orang Islam yang berakal sehat dan sudah Baligh. Mereka yang masih kecil belum masuk usia Baligh belum berkewajiban menjalankan sholat.

Kenapa Sholat Hanya Dwajibkan Bagi Orang Islam Saja?

Jawabannya: Karena orang Islam juga diwajibkan masuk Surga.

Mereka selain orang Islam tidak berkewajiban menjalankan sholat karena juga tidak berkewajiban masuk surga.

Maka, jika sholat adalah syarat mutlak bagi seseorang untuk surga, maka mengerjakan sholat juga mutlak wajib bagi orang Islam. Karena orang Islam mutlak untuk masuk Surga.

Maka, jika ada orang Islam dengan susah payah menjalankan sholat. Entah karena malas atau yang lainnya. Bisa jadi besok di akhirat ia juga akan bersusah payah untuk bisa masuk surga.

Dan mereka yang dengan semangat dan dimudahkan oleh Allah dalam mengerjakan sholat. Maka bisa jadi besok di akhirat akan dengan mudah masuk Surga.

Tips Agar Sholat Bisa Khusyuk

Sebelumnya, disclaimer dulu nih, dengan sub judul itu bukan berarti mimin sudah bisa khusyuk dalam menjalankan sholat ya. Ini hanya teori dari guru-guru.

Jadi, dalam mengerjakan sholat, itu kita juga mengangan-angan arti dari bacaan sholat yang kita baca. Kita hayati dan resapi makna yang tersirat di dalamnya.

Jadi seakan-akan kita berbicara langsung dengan Allah.

Dalam sebuah hadits dikatakan, “Seakan-akan kamu melihatnya, meskipun kamu tidak melihatnya. Namun ia melihatmu”.

Kekhusyukan dalam sholat sendiri sebenarnya juga ditentukan dari kedekatan pribadi seseorang dengan Allah. Jika dalam pribadinya ia dekat dengan Allah, maka segitulah kira-kira ukuran kadar khusuknya.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui apa saja keistimewaan sholat itu sendiri. Agar dalam menjalankannya lebih semangat bukan hanya sekedar kewajiban yang memaksa saja.

Leave a Comment